Selasa, 15 Oktober 2013

KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN


nama : siti maysaroh
kelas : 2SA01
npm : 17612070

 
Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
  • Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam Kapak genggam semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini tidak kita temukan di daerah Asia Tenggara
Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
  • Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka perlukan.

PERTUMBUHAN PENDUDUK

nama : siti maysaroh
kelas : 2SA01
npm : 17612070




1.      Perkembangan penduduk dunia dengan menggunakan tabel
Perkembangan penduduk dunia tahun 1830 – 2006
Tahun
Jumlah penduduk
Perkembangan pertahun
1830
1 milyard
-
1930
2 milyard
1%
1960
3 milyard
1,7%
1975
4 milyard
2,2%
1987
5 milyard
2%
1996
6 milyard
2%
2006
7 milyard
2%
Sumber : Iskandar , Does Sampurno Masalah Pertambahan Penduduk di Indonesia
Bisa kita lihat rata – rata setiap negera penduduknya bisa bertambah hingga 2x lipatnya. Lalu perkembangan penduduk dunianya bertambah hingga 3x lipatnya. Itu berarti penduduk dunia sangat pesat pertumbuhannya.

2

Senin, 07 Oktober 2013

fanfic



TITLE             : ARE U MINE?
CHAPTER          : 1/??
PAIRING            : REITA X MIKO, TORA X HARUNA, DLL.
FANDOM           : EXIST TRACE, ALICE NINE, THE GAZETTE, SCANDAL, etc.
GENRE             : ROMANCE(???)
RATING            : PG-13
DISCLAIMER       : maunya sih mereka milikku. Tapi apa daya gunung keburu meletus.
Nih cerita Cuma fiksi. Jangan dianggap serius dan ku copas dari blog ku yang lain dan ku edit ulang.

Enjoy the fic………


Siang ini begitu cerah. Seorang anak laki-laki duduk di bawah pohon rindang di taman belakang sekolah. Tampaknya dia sedang membaca sebuah buku dengan hikmat. Baju seragamnya yang dikeluarkan membuat tampilan dirinya jadi telihat sedikit urakan. Walaupun tanpa sengaja dia keluarkan. Sesekali  terlihat seringai senyum manis di bibirnya yang tipis dan berwarna pink. Rambut yang di cat merah pun jadi mendukung tampilan urakannya. Tapi tetap saja wajahnya terlihat imut.
“Reita-kun kau di panggil sama Tora di lapangan basket sekarang juga.” Tiba2 suara anak laki2 tersebut mengusik ketenangannya.
“Ada apa sih? Mengganggu saja.” Katanya sambil bangkit berdiri, menutup majalah yang sedang di bacanya. Majalah SHOXX. “Aku ke sana sekarang.”
Orang itu tak bisa apa melihat orang santai dikit. Ga tau gue lagi baca majalah tentang The GazettE ya?? Ga tau gue ngefans sama mereka apa?
(lha??? Bukannya situ bassistnya, Reita san?)
Setibanya di lapangan basket Reita langsung menghampiri sang kapten basket. Hemm… lumayan tuh kapten basket. Tampilannya ga jauh beda dengan Reita. Sedikit urakan. Tapi itu malah membuatnya semakin terlihat keren. Tubuhnya tinggi. Sekitar 180an. Matanya sedikit berwarna biru. Terlihat dia seperti bukan orang jepang asli. Wajahnya yang terlihat dingin seolah-olah memperlihatkan keangkuhan. Tapi tetap saja dapat menarik perhatian para wanita di Hoshigaoka Internasional School. Salah satu sekolah ternama di jepang. Meski pun berteman dengan seorang pemain basket handal tetapi Reita bukanlah salah satu anggota klub basket tersebut.
Reita dan Tora sudah berteman dari kecil. Bisa dibilang dari SD. Mereka tak sengaja bertemu saat di musim panas. Saat itu Reita (bayangin reita kecil pake nosben. Hihihi…) sedang dikejar-kejar oleh anjing galak. Karena panik, tanpa mikir Reita langsung mengambil tindakan dengan naik ke atas pohon. Sebenarnya dia tak pandai manjat pohon, tapi yah yang namanya orang panic yang tadinya tidak bisa ya jadi bisa. Lalu tiba-tiba datang seorang anak laki-laki menghampiri Reita, yang sepertinya dikenal oleh Reita.
#*#*#*#*#*#*#*#*#*#

just a poetry



FREEDOM



I’m sitting on this chair
I can’t move from my fate
I was broken inside
No, I can say any words
Should I be a silent person?
No, I don’t want to be like this
Desperation has come
Come into me
Makes me crazy with this circumstance
Just go away
Don’t you ever dare to approach me
My feeling has died
I was blinded by the hate
I’m tired with everything around me
Now, I will break my fate
I just need a little of power
Everything will be in my control
No one can stop me
It’s not a fantasy to believing
Break the borders, get the freedom
It’s time to move on
Cross the lines then I will free
I won’t be give up to everything
It’s time to prove I can get out from my problems
Say good bye for the past
Say good bye for the pain
The time is limit
Welcome to the future I can bring the freedom


* sorry for bad english ^^

PERBEDAAN ISD DAN IPS, PERSAMAAN ISD DAN IPS

NAMA : SITI MAYSAROH
KELAS : 2SA01
NPM : 17612070




4.  Perbedaan ISD dan IPS

a. Ilmu sosial dasar diberikan di Perguruaan Tinggi, Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan.
b. Ilmu sosial dasar merupakan mata kuliah tunggal sedangkan ilmu pengetahuan sosial dasar merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran(untuk sekolah lanjutan).
c. Ilmu Sosial dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang ilmu pengetahuan social diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.

5. Persamaan ISD dan IPS
  
  1. kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran.
2.     Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
3.   Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.


6.  Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
Tiga golongan bahan pelajaran Ilmu sosial dasar Ilmu sosial dasar adalah ilmu yang didefinisikan berdasarkan suatu nilai dalam kependudukan yang bertempat di satu Negara yang bisa menilai, menyimpulkan, dan juga menganalasis suatu permasalahan yang ada di sekitarnya dengan bersosialisai akan tetapi juga masih menggunakan suatu nilai yang  terpenting dalam ilmu sosial dasar yaitu fakta, konsep, dan teori nilai tersebut semua diambil dari sejarah, ekonomi, geografi sosial ,sosiologi, antropologi, psykologi sosial.Di berbagai masalah pasti ada jalan keluarnya entah bagaimana caranya pasti ada saja yang menemukannya dari melihat dari adanya fakta, analisis bermula suatu permasalahan, sampai cara berunding pun bisa mengatasi masalahnya maka dari itu didalam sebuah Ilmu sosial dasar terdapat tiga golongan bahan pelajaran yaitu:
1.     publik yang harus segera diselesaikan karena apa bila, kita tidak segera menyelesaikan sebuah masalah itu maka, keributan dan tercemarlah masalah itu ke wilayah masyarakat yang belum pernah menghadapi masalah seperti itu maka sudah rusaknya lingkungan tersebut.
2.     Menangani sebuah permasalahan yang timbul akibat disengajakan atau tidak disengajakan, dikarenakan kita harus bisa mempelajari masalah tersebut agar tidak timbul masalah yang sama dan mempunyai dampak efek yang berbeda dari setiap masalah yang timbul
3.      Sesuatu yang keterkaitannya dengan masalah yang berhubungan dengan yang satu dengan yang lainnya, merupakan obyek yang tidak mudah dalam mencari sumber masalahnya apa bila semuanya ikut keterkaitan dalam masalhnya
Ilmu sosial dasar terdiri dari 8 (delapan) pokok pembahasan. Dari kedelapan pokok pembahasan tersebut maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan mempelajari dan memahami adanya :
1.     Berbagai masalah kependudukan dalam hubunganya dengan pengembangan masyarakat dan kebudayaan.
2.     Masalah Individu, keluarga dan masyarakat.
3.     Masalah pemuda dan sosialisasi
4.     Masalah hubungan antara Warga Negara dan Negara
5.     Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
6.     Masalah masyarakat perkotgfraan dan masalah pedesaan.
7.     Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi.
8.   Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan keserjahteraan masyarakat.