Senin, 07 Oktober 2013

fanfic



TITLE             : ARE U MINE?
CHAPTER          : 1/??
PAIRING            : REITA X MIKO, TORA X HARUNA, DLL.
FANDOM           : EXIST TRACE, ALICE NINE, THE GAZETTE, SCANDAL, etc.
GENRE             : ROMANCE(???)
RATING            : PG-13
DISCLAIMER       : maunya sih mereka milikku. Tapi apa daya gunung keburu meletus.
Nih cerita Cuma fiksi. Jangan dianggap serius dan ku copas dari blog ku yang lain dan ku edit ulang.

Enjoy the fic………


Siang ini begitu cerah. Seorang anak laki-laki duduk di bawah pohon rindang di taman belakang sekolah. Tampaknya dia sedang membaca sebuah buku dengan hikmat. Baju seragamnya yang dikeluarkan membuat tampilan dirinya jadi telihat sedikit urakan. Walaupun tanpa sengaja dia keluarkan. Sesekali  terlihat seringai senyum manis di bibirnya yang tipis dan berwarna pink. Rambut yang di cat merah pun jadi mendukung tampilan urakannya. Tapi tetap saja wajahnya terlihat imut.
“Reita-kun kau di panggil sama Tora di lapangan basket sekarang juga.” Tiba2 suara anak laki2 tersebut mengusik ketenangannya.
“Ada apa sih? Mengganggu saja.” Katanya sambil bangkit berdiri, menutup majalah yang sedang di bacanya. Majalah SHOXX. “Aku ke sana sekarang.”
Orang itu tak bisa apa melihat orang santai dikit. Ga tau gue lagi baca majalah tentang The GazettE ya?? Ga tau gue ngefans sama mereka apa?
(lha??? Bukannya situ bassistnya, Reita san?)
Setibanya di lapangan basket Reita langsung menghampiri sang kapten basket. Hemm… lumayan tuh kapten basket. Tampilannya ga jauh beda dengan Reita. Sedikit urakan. Tapi itu malah membuatnya semakin terlihat keren. Tubuhnya tinggi. Sekitar 180an. Matanya sedikit berwarna biru. Terlihat dia seperti bukan orang jepang asli. Wajahnya yang terlihat dingin seolah-olah memperlihatkan keangkuhan. Tapi tetap saja dapat menarik perhatian para wanita di Hoshigaoka Internasional School. Salah satu sekolah ternama di jepang. Meski pun berteman dengan seorang pemain basket handal tetapi Reita bukanlah salah satu anggota klub basket tersebut.
Reita dan Tora sudah berteman dari kecil. Bisa dibilang dari SD. Mereka tak sengaja bertemu saat di musim panas. Saat itu Reita (bayangin reita kecil pake nosben. Hihihi…) sedang dikejar-kejar oleh anjing galak. Karena panik, tanpa mikir Reita langsung mengambil tindakan dengan naik ke atas pohon. Sebenarnya dia tak pandai manjat pohon, tapi yah yang namanya orang panic yang tadinya tidak bisa ya jadi bisa. Lalu tiba-tiba datang seorang anak laki-laki menghampiri Reita, yang sepertinya dikenal oleh Reita.
#*#*#*#*#*#*#*#*#*#

FLASH BACK
“Kau sedang apa?” Tanya anak laki-laki yang menghampiri Reita.
“Kau tidak lihat aku sedang dikejar-kejar oleh anjing itu.” Kata Reita sambil menunjuk ke arah anjing yang sedang menunggunya dari bawah. Seolah-olah siap menerkam Reita bila dia turun dari atas pohon.
“Oh maaf,” kata anak laki-laki itu.
“Untuk apa?” Tanya Reita.
“Dia anjingku. Tadi terlepas dari rantainya saat aku sedang membawanya jalan-jalan ke taman. Tapi syukurlah sekarang sudah aku temukan.” Ujar anak laki-laki itu sambil memasangkan rantai anjingnya kembali. “Kau bisa turun sekarang.”
“…”
“kenapa?”
“eee… e to….”
“kau tidak bisa turun?”
Reita hanya bisa  nyengir dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
“Aneh. Kau bisa naik tapi tak bisa turun.”
“Itu karena aku sedang panik makanya aku bisa naik. Tapi sekarang aku sudah agak tenang. Jadi aku bingung bagaimana caranya turun. Sebenarnya aku tak bisa naik pohon.”
“Ck… baiklah aku bantu.”
“eh? Yang bener?”
“iya. Kau tunggulah di sana.”
Kemudian anak laki-laki itu mulai menaiki pohon dengan lihai. Sejurus kemudian dia sudah sampai di tempat Reita berada. Entah bagaimana caranya anak tersebut berhasil menurunkan Reita.
“Domo arigatou,” ucap Reita sambil membungkukkan badannya.
“Douitashimashite.”
“Itu anjingmu?”
“Iya. Namanya Fuka.”
Reita memperhatikan Fuka yang sedang bermanja-manja di kaki anak itu. Jenis anjing Siberian Husky yang berwarna hitam putih. Mirip serigala.
“Aku Suzuki Akira. Panggil aku Reita,” Nao mengulurkan tangannya.
“Aku Amano Shinji. Panggil saja Tora,” anak itu -Tora- manyambut uluran tangan Nao.
“Tapi sepertinya aku pernah melihatmu,”kata Tora menyipitkan matanya.
“Kita satu sekolah di SD Haze. Kau anak kelas 4-B kan?”
“Iya,”
“Kalau aku kelas 4-A.”
Saat itulah pertemanan Reita dan Tora menjadi semakin akrab. Segala hal mereka lalui bersama. Hampir tak ada rahasia di antara mereka. Dari SD,SMP, hingga SMA mereka satu sekolah. Dan disinilah mereka sekarang sekolah. Di SMA Hoshigaoka.
#*#*#*#*#*#*#*#*#*
“Ada apa kau memanggilku Tora. Kau tidak  tau kalau aku sedang ngadem di bawah pohon sakura sambil baca nih majalah apa??”kata Reita sebel sambil mengacung-acungkan majalah SHOXX yang baru dia beli tadi.
“Ya aku tau makanya aku memanggilmu.” katanya sambil tersenyum yang jarang sekali di perlihatkannya.
“Hah?? Apa hubungannya??” Tanya Reita heran.
“Aku mamanggilmu karena aku ingin minta tolong padamu.” Kata Tora.
“Minta tolong apa?”Tanya Reita penasaran.
“Tolong jemput sepupuku di SMA Chizuru.” Kata Tora sambil menepuk bahu Reita pelan. Reita sedikit bengong. “Bisakan??” Tanya Tora memecahkan ke-bengong-an Reita.
“Kenapa kau tidak menjemputnya sendiri?? Emang kau sendiri mau kemana?”Tanya Reita.
“Aku ada urusan sebentar dengan sekolah2 lain untuk ikut rapat mengenai pertandingan kita di pekan olahraga nanti.”
“oh…” Kemudian seperti teringat sesuatu Reita berseru, “Eh, emang kau punya sepupu??”
“Iya. Baru tau?”
“Sejak kapan kau punya sepupu? Kenapa aku tidak tau selama ini. Kau tidak cerita padaku. Padahalkan kita udah lama berteman,” rentet Reita.
“Gomen ne. Dia baru pindah kesini dua minggu yang lalu. Jadi dia belum terlalu mengerti dengan jalanan sekitar sini.”
“oh…”
“Jadi?”
“Jadi apa?” Tanya Reita bingung.
Tora menghela nafas dalam-dalam berusaha sabar untuk tidak menarik noseband Reita. “Kau mau menjemputnya atau tidak?!”
“oh oke. Kapan harus ku jemput?”
“ sekarang.”
“Ciri-cirinya?”
“Rambutnya hitam panjang. Tubuhnya pendek sekitar 160an. Kulitnya putih seperti  susu agak pucat, matanya coklat hazel dan dia memakai kalung dengan liontin yang seperti gembok. Dan dia seorang anak laki-laki.” Terang Tora panjang lebar kali tinggi sama dengan volume.
“oke. Aku jemput dia sekarang. Jya mata nee…” ucap Reita sambil melambaikan tangannya.
Kemudian tak kurang dari satu menit Reita kembali lagi.
“kenapa kembali? Ada yang tertinggal?” Tanya Tora heran.
Yang ditanya malah cengengesan. Sambil memasang senyum pepsodent Reita bertanya “ eto.. aku lupa sekolah sepupumu di mana ya?”
Tora menepok jidatnya. “SMA Chizuru Rei…” Jawabnya sambil menahan emosi. “Kau tau kan letaknya di mana. Oh jangan bilang kau tidak tau sekolah itu ada di mana?”
“Tau kok. Tenang saja. Jya~”
“oh iya Reita!!” panggil Tora.
Reita membalikkan badannya. “kenapa?”
“Hati-hati jangan sampai terpesona,” kata Tora sambil memasang senyum yang tak bisa diartikan.
Reita menaikkan alisnya. Heran dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Tora tadi. Tapi Reita tak ambil pusing dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh sahabat dari kecilnya itu.
Reita mulai memacu mobilnya untuk meninggalkan parkiran Hoshigaoka dan segera menuju ke SMA Chizuru.
Sekolah itu tak terlalu jauh dari Hoshigaoka sebenarnya. Reita mulai mencari sosok yang di sebut sebagai sepupu Tora. Dengan mengingat ciri2 yang diberikan oleh Tora dia mulai mencocokkan dengan siswa-siswa yang bersekolah di situ. Beberapa pasang mata melihat Reita dengan tatapan kagum plus berbinar-binar. Bagaimana tidak? Secara tampangnya keren banget. Manis pula saat dia tersenyum. Sang author aja sampe ga bisa mengedipkan mata saat melihat Reita tersenyum (lebay.com).
Mana sih anaknya?kok ga ada?
Reita terus mencari. Reita berniat untuk menanyakan orang yang dimksud kepada siswa-siswa yanga ada di sana. Tapi dia lupa…
“Ah sial!!” umpat Reita pada dirinya sendiri.
“Kenapa tadi aku tak menanyakan namanya pada Tora? Mana aku ga bawa hp lagi. Astaga bodoh sekali aku ini. Repot deh kalo gini.” Gumam Reita menyesali perbuatannya.
Namun, tiba-tiba mata Reita berhenti pada sesosok makhluk yang sedang duduk di bawah pohon sambil mengerjakan sesuatu di bukunya. Sosok itu mirip sekali dengan ciri-ciri yang dikasih tau Tora tadi. Terlebih lagi pada liontin kalung yang dipakainya berbentuk sperti gembok.
Apakah itu dia?
Tanpa pikir panjang lagi Reita menghampiri makhluk itu.
“Ngg… sumimasen,” sapa Reita ragu-ragu.
Sosok itu pun menoleh, menengadahkan kepalanya pada Reita.
“Ya,” jawab orang itu polos.

To be continued…………
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar