Siti Maysaroh 17612070 3SA01
Latar
Belakang dan Peranan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
1.
Latar
Belakang Penyelenggaraan Komunikasi dengan Pasar
Economic of Relative Plenty merupakan usaha seorang
pengusaha utnuk dapat menutup jurang yang menjadi penghalang antara prodsen
dengan konsumen yang menjadi calon pembeli atau pengguna barang atau jasa yang
dihasilkannya. Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab seorang pengusaha untuk
selalu dapat mempengaruhi besarnya permintaan akan barang yang dihasilkannya,
dan setiap pengusaha harus selalu memelihara konsumennya dengan pasar.
Penyelenggaraan komunikasi dengan pasar, merupakan suatu
syarat mutlak bagi setiap produsen yang menghasilkan produk secara
besar-besaran yang ditunjukan kepada para konsumen yang tidak dikenalnya.
Selain itu komunikasi bisnis juga menjadi syarat mutlak untuk menjamin
kelangsungan hidup dan berkembangya peusahaan.
Sarana – sarana komunikasi perdangan yang tersedia
antara lain adalah dalam wujud pengiriman surat, pengiriman kawat, percakapan
telepon, kunjungan pribadi, dan lain-lain.
Untuk menjangkau pemasaran yang luas seorang pengusaha
memerlukan komunikasi pemasaran yang khusus seperti periklanan. Karena
periklanan dalam merangkai usaha yang dilakukan setiap pengusaha merupakan
suatu alat pemasaran dalam bidang komunikasi massa.
2.
Konsep Dasar
dan Peranan Komunikasi
Komunikasi merupakan kegiatan manusia untuk berhubungan
satu dengan yang lain secara otomatis. Hakekatnya naluri manusia selalu hidup
berkawan atau berkelompok serta bersosialisasi. Dengan begitu naluri tersebut
bisa dikatakan sebagai bagian yang hakiki dari kehidupan manusia bermasyarakat.
Komunikasi dapat juga diartikan hubungan kontak antara
manusia baik individu maupun kelompok. Berikut pengertian komunikasi :
1. .Edward Depari ( Komunikasi dalam
organisasi )
Komunikasi adalah proses penyampaian gagasan, harapan, pesan yang
disampaikan melalui lambang tertentu yang mengandung arti yang dilakukan oleh
pemberi pesan ditujukan kepada penerima pesan.
2. James A.F Stoner ( Manajemen )
Komunikasi adalah proses dimana seorang berusaha memberikan pengertian
dengan cara pemindahan pesan.
3. John R. Schemerhorn ( Managing Organizational Behaviour )
Komunikasi dapat diartikan sebagai proses antar prbadi dalam mengirim dan
menerima simbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka.
4. William F. Glueck ( Manajemen ),
Komunikasi
dapat dibagi dalamdia bagian :
a.
Interpersonal
Communications
Proses pertukaran informasi serta
pemindahan pengetian antara dua orang atau lebih di dalam kelompok kecil
manusia.
b.
Organization
Communications
Di mana pembicara serta sistematis
memberikan informasi dan menindahkan pengertian kepada orang banyak di dalam
organisasi dan kepada probadi-pribadi dan lembaga-lembaga di luar yang ada
hubungannya.
Sunarja dan Djoenoesih Sunarja dalam seri
ilmu Komunikasi (Komunikasi persuasi dan Retorika ) memberika gambaran deinisi
komunikasi sebagai berikut :
1. Charles H. Cooley
1. Charles H. Cooley
Dengan komunikasi dimaksud mekanisme
yang mengadakan hubungan antara manusia dan yang mnegembangkan semua lambang
dari pikiran-pikiran bersama dengan arti yang menyertainya dan melalui
keleluasaan (space ) serta menyediakan tepat pada waktunya.
2.
Carl l. Hovland
Ilmu komunikasi adalah suatu sistem
yang berusaha menyusun prinsip-prinsip dalam bentuk yang tepat mengenai hal
memindahkan penerangan dan membentuk pendapat serta sikap-sikap. Carl l.Hovland
juga mengemukakan komunikasi adalah proses di mana seorang individu mengoperkan
perangsang untuk mengubuh tingkah laku individu-individu yang lain.
3.
William Albig
Komunikasi adalah proses pengoperan
lambang-lambang ang berarti individu-individu.
4.
Wilbur Schramm
Kita berusaha mengadakan persamaan
dengan orang lain.
5.
Sir Geral Barry
Berkomunikasi adalah berunding bahwa
dengan berkomunikasi orang memperoleh pengetahuan, informasi dan pengalaman
karena itu maka orang saling mengerti percakapan, keyakinan, kepercayaan dan
kontrol sangat diperlukan.
Dapat disimpulkan adalah penyampaian informasi dan
pengertian dari seseorang kepada orang lain. Komunikasi dapat berhasil apabila
timbul saling pengertian , yaitu jika kedua belah pihak di pengirim dan si
penerima informasi dapat memahaminya. Hal ini tidak berarti bahwa kedua belah
pihak sama-sama harus menyetujui sesuatu gagasan tersebut, tetapi yang
terpenting adalah kedua belah pihak memahami gagasan tersebut. Hal seperti
inilah baru dapat dikatakan komunikasi yang berhasil.
Apabila dirumuskan, pada dasarnya komunikasi adalah
pemberian dan penerimaan informasi berupa pengetahuan dan pengertian dengan
maksud untuk mengubah partisipasi agar hal-hal yang diberikan itu menjadi milik
bersama. Tujuannya jelas untuk mencapai pengertian dan sikap yang sama atau
memperoleh kesatuan bahasa terhadap suatu masalah atau informasi, sehingga
dengan demikian dapat menggunakan partisipasi mereka untuk berbuat sesuai
dengan yang dikehendaki.
Pada dasarnya komunkasi merupakan :
a.
Landasan atau
dasar aktivitas
b.
Dasar ayau
landasan terjadinya kerjasama
Oleh karena kamunikasi merupakan dasar tindakan serta
dasar kerjasama maka hanya kesepakatan atas dasar tindakan sarta kerjasama
itulah kegiatan yang ada di dalam setiap lingkungan dapat berlangsung secara
harmonis. Tanpa adannya kesepakatan maka segala rencana, perintah, laporan,
keluhan dan sebagainya tidak mungkin menimbulkan reaksi dan jawaban dan tidak
mengkin pula tercapai apa yang telah ditetapkan.
Komunikasi dapat diformulasikan sebagai berikut :
1.
Sebagai alat
untuk menciptakan kesamaan pengertian
2.
Sebagai alat
untuk menggerakkan perbuatan atau reaksi pesan (komunikator)
Perlu kita sadari bahwa komunikasi adalah sekedar alat
dan bukan tujuan. Oleh karena itu adalah penting bagi semua pihak secara
bersama-sama berusaha menciptakan komunikasi yang baik dan sehat. Komunikasi
yang sehat merupakan kondisi bagi lancarnya aktifitas dunia bisnis atau dusian
usaha.
Pada dasarnya konsep dasar
komunikasi meliputi :
1.
Proses
komunikasi
Proses komunikasi berjalanan antara dua orang atua dengan
kelompok. Dalam komunikasi antar personal ini, akan menyebabkan terjadinya
proses encoding dan decoding. Encoding artinya menjabarkan atau menggantikan
ide ke dalam bentuk bahasa, sedangkan decoding adalah sebaliknya, yaitu
menjabarkan dari bahasa kedalam bentuk ide.
Pada proses encoding dan tranmission sangat memegang
peranan penting motivasi, di sini dimaksudkan motivasi dari pihak-pihak yang
berkomunikasi. Hal-hal lain seperti perilaki pribadi, kebutuhan dan persepsi
adalah sumber kontribusi terhadap motivasi.
Komunikasi bersifat verbal dan non verbal, verbal perlu
di lihat dari nada suaranya, cara penyampaiannya, ekspresi wajah, dan
sebagainya. Sedangkan non verbal perlu di lihat dari bentuk surat, cara
menulis, reaksinya dan sebagainya.
2.
Elemen-elemen
komunikasi
Murpy menyatakan elemen komunikasi adalah :
a.
Sender-write,
speaker, encoder (pengirim, penulis, pembuat pesan)
b.
Message (pesan)
c.
Medium-letter,
memo, report, speech, chart, etc (media surat, memo, laporan, materi pembicara,
pembicaraan, peta, dan sebagainya)
d.
Receiver-reader,
listener, perceiver, decoder, (penerima, pembicara,
e.
pendengar,
pengamat)
3.
Motivasi untuk
komunikasi
Orang mencoba mencari informasi dan berkomunikasi
karena didorong oleh motivasi untuk :
a.
Mengurangi
ketidakpastian
Medorong kita ntuk mencari informasi
dan berkomunikasi dengan orang lain atau dengan apa yang dapat memberi
informasi yang kita butuhkan.
b.
Memecahkan
masalah
Karena kurang informasi dan komunikasi
maka selalu timbul keraguan sehingga tidak dapat mengambil keputusan dalam
memecahakan suatu masalah.
c.
Meningkatkan
keyakinan
Komunikasi sangat diperlukan untuk meningkatkan keyakinan, apa yang sudah
kita ketahui.
d.
Kontrol situasi
Memberikan informasi kepada konsumen
baru terhadap barang yang diperlukan oleh konsumen.
e.
Balikan
(feedback)
Kebutuhan komunikasi dirasakan
sebagai balikan dari apa yang dirasakan sudah berjalan lancar.
3.
Tujuan
Komunikasi
Yang menjadi tujuan setiap proses komunikasi adalah :
a. Menciptakan pengertian yang sama atas setiap pesan dan
lambang yang disampaikan, dengan maksud apa yang kita sampaikan dapat
dimengerti oleh komunikan dengan sebaik-baiknya sehingga mereka dapat mengerti
dan mengikuti apa yang kita maksud.
b. Merangsang pemikiran pihak penerima untuk
memikirkan pesan yang ia terima, agar gagasan tersebut dapat diterima orang
lain dengan pendekatan persuasif, bukan memaksakan kehendak.
c. Melakukan suatu tindakan yang selaras sebagaimana
diharapkan dengan adanya penyampaian pesan tersebut yaitu untuk melakukan atau
tidak melakukan sesuatu. Yang harus diingat adalah bagaimana cara yang baik
untuk melakukannya.
d. Memahami orang
lain, kita sebagai komunikator harus mengerti benar aspirasi masyarakat tentang
apa yang diinginkan, jangan mereka menginginkan kemauannya.
Tujuan kita tersebut :
1. Apakah kita ingin menjelaskan sesuatu
kepada orang lain. Ini dimaksudkan apakah kita mengiginkan supaya orang lain
mengerti dan dapat memahami apa yang kita maksudkan.
2. Apakah kita ingin supaya orang lain menerima dan
mendukung gagasan kita. Dalam hal ini tentunya cara penyampaian akan berbeda
dengan cara yang dilakukan diatas.
3. Apakah kita ingin supaya orang lain
tersebut mengerjakan sesuatu atau seupaya mereka mau \ bertindak.
Untuk mencapai hasil komunikasi yang diharapkan dan untuk menghindarkan
hal-hal yang mudah menghambatnya, maka perlu diketahui prinsp-prinsip komuniksi
adalah :
1. Prinsip “hilang dalam perjalanan”
(Principle of line loss)
Pinsip ini mengatakan bahwa efektivitas suatu komunikasi condong berubah
menurut jaraknya. Artinya makin banyak orang campur tangan dan makin jauh jarak
komunikator dengan komunikan maka makin besar kemungkinannya bahwa maksud dan
pesan komunikan itu diputar balikkan, ditunda atau dihilangkan.
2. Prinsip “himbauan emosional” (Principle
of Emotional Appeal)
Himbauan emosi lebih cepat dikomunikasikan daripada himbauan pada akal
pikiran. Gagasan atau ide akan lebih didengar dan dimengerti orang kalau
dihubungkan dengan kepentingan pribadi komunikan.
3. Prinsip aplikasi (Principle of
Aplication)
Makin banyak suatu cara komunikasi diperaktekkan, maka makin banyak
dimengerti dan dikenang. Manusia bersifat lupa sehingga oleh karenanya agar
pesan atau informasi terikat dalam ingatan orang (selalu diingat), perlu
diulang-ulang.
Informasi adalah nama untuk kegiatan pengawasan terhadap apa yang ditukar
menukar dengan dunia luar, sehingga kita dapat menyesuaikan diri terhadapnya
dan berdasarkan informasi tersebut memang merasakan bahwa penyesuaian terjadi
karenanya.
4.
Komponen-komponen
Komunikasi
Bertitik tolak dari pada pengertian komunikasi maka kita
dapat mengetahui bahwa variabel atau komponen komunikasi meliputi :
a. Komunikator/ Communicator yaitu subjek yang menerima
pesan/informasi atau berita.
b. Komunikan/ Communicate yaitu subjek yang menerima/dituju
berita yang dikirimkan.
c. Pesan/berita/warta (message)
d. Respon/response yaitu tanggapan
e. Media/tool/technology yaitu alat yang digunakan untuk
menyampaikan warta/pesan.
Komunikasi yang baik pada umumnya mempunyai ciri :
a. Pesan yang disampaikan jelas
b. Penerimaan warta dalam situasi yang tepat/siap
c. Cara yang digunakan efisien
5.
Komunikasi
Tatap Muka
Tujuan daipada komunikasi tatap muka antara lain:
1. Mengerti akan
pentingnya komunikasi tatap muka dalam memecahkan masalah.
2. Mengerti kapan
komunikasi tatap muka lebih tepat digunakan dalam menyelesaikan masalah.
3. Mengerti
tentang komponen-komponen pokok agar komunikasi tatap muka mejadi baik.
4. Mempelajari
teknik-teknik pokok agar komunikasi tatap muka menjadi baik.
5. Dapat
mengembangkan keterampilan dalam meningkatkan komunikasi tatap muka.
Keuntungan komunikasi tatap muka adalah untuk
meningkatkan pemahaman terhadap arti yang tersimpan. Sering terjadi kesulitan
berkomunikasi dengan merasakan dan minilai maupun menulis atau tertulis.
Membaca diantara baris sering tidak tentu. Berkomunikasi dengan tatap muka akan
mengajak anda untuk berkesempatan membaca isyrat,aekspresi wajah, gerak tangan,
tekanan suara, dan lain-lain.
Kerugian
komunikasi tatap muka adalah memerlukan waktu yang lama. Diskusi para pegawai
membutuhkan dua cara yaitu motivasi dan promosi antara keduanya memerlukan
waktu. Kadang-kadang kita berdiskusi merencanakan dalam menggunakan waktu yang
singkat dan waktu yang lama, masalah secara tidak sadar membawa emosi. Komunikasi
tatap muka menghendaki keterampilan komuikasi, mendengarkan secara efektif, dan
menangani konflik dan reaksi negatif.
Berdasarkan jumlah komunikan yang dihadapi komunikator, komunikasi tatap muka
diklasifikasikan menjadi dua jenis, komunikasi antar personal dan komunikasi
kelompok.
1. Komunikasi antar personal
Komunikasi antar personal (interpersonal communication) adalah komunikasi
antara komunikator dengan seorang komunikan. Komunikasi jenis ini dianggap
paling efektif dalam hal upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku
seseorang, karena sifatnya dialogis, berupa percakapan. Arus baliknya bersifat
langsung. Komunikator mengetahui pasti apakah komunikasinya itu positif atau
negatif, berhasil atau tidak. Jika tidak, ia dapat meyakinkan komunikan ketika
itu juga karena ia dapat memberi kesempatan kepada komunikan untuk bertanya
seluas-luasnya.
2.Komunikasi kelompok
Komunikasi kelompok (group communication) termasuk
komunikasi tatap muka karena komunikator dan komunikan berada dalam situasi
saling berhadapan dan saling melihat.
Sama
dengan komunikasi antar personal, komunikasi kelompok pun menimbulkan arus
balik langsung. Komunikator mengetahui tanggapan komunikan pada saat sedang
beromunikasi sehingga apabila disadari bahwa komunikasinya kurang atau tidak
berhasil ia dapat segera mengubah gayanya atau sikapnya.
Komunikasi kelopmpok adalah komunikasi dengan sejumlah komunikan. Karena jumlah
komunikan itu menimbulkan konsekensi, jenis ini diklasifikasikan menjadi
komunikasi kelompok kecil dan komunkasi kelompok besar.
a.
Komunikasi
kelompok kecil
Suatu situasi komunikasi dinilai
sebagai komunikasi kelompok kecil, apabila situasi komunikasi seperti itu dapat
diubah menjadi komunikasi antara personal dengan setiap komunikan. Dengan lain
perkataan, antara komunikator dengan setiap komunikan dapat terjadi dialog atau
tanya jawab. Kelompok kecil kurang efektif dalam mengubah sikap, pendapat dan
perilaku komunikan karena diri tiap komunikan tidak mungkin dikuasai seperti
halnya pada komunikan komunikasi antar personal. Dibandingkan dengan komunikasi
kelompok besar, komunikasi kecil lebih bersifat rasional. Ketika menerima suatu
pesan dari komunikator, komunikan, menanggapinya dengan lebih banyak menggunakan
pikiran daripada perasaan.
b.
Komunikasi
kelompok besar
Suatu situasi komunikasi dinilai
sebagai komunikasi besar jika antara komunikator dan komunikan sukar terjadi
komunikasi antar personal. Pda situasi komunikator seperti ini para komunikan
menerima pesan disampaikan komunikator lebih bersifat emosional. Lebih-lebih
jika komunikan hiterogen, beragam dalam usia, pekerjaan, tingkat pendidikan,
pengalaman dan agama.
Demikian
beberapa hal yang mengenai komunikasi tatap muka yang sifatnya dua arah timbal
balik dan menimbulkan arus balik seketika.
Sumber :
Sumber:
http://www.elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=36
Tidak ada komentar:
Posting Komentar