Danau Toba
dan Pulau Samosir merupakan satuan keindahan yang tak dapat dipisahkan. Banyak
wisatawan mancanegara maupun lokal yang datang mengunjungi tempat ini. Penulis
pun tertarik dengan lokasi wisata ini. Penulis dan keluarga berangkat ketika
liburan akhir tahun. Dengan naik pesawat dari Jakarta, kurang dari tiga jam
kemudian rombongan pun tiba di Bandara Internasional Kuala Namu, Medan,
Sumatera Utara. Dilanjut lagi dengan bus menuju Danau Toba.
Cuaca begitu dingin di hari penulis tiba di Medan.
Matahari tampak bersembunyi di balik awan hitam. Sepertinya hari akan mau
hujan. Namun, itu tak menyurutkan semangat penulis untuk tetap melanjutkan
perjalanannya ke Danau Toba. Dengan hati yang tak sabar, penulis menanti rombongan keluarga yang lain untuk menjemput di bandara.
Menjelang
malam, penulis dan rombongan tiba di Danau Toba. Udara begitu dingin. Terlihat
rasa lelah di setiap wajah-wajah keluarga penulis. Penulis dan yang lain
memutuskan untuk istirahat di penginapan yang berada di Tuktuk yang telah di
sewa dan melanjutkan perjalanan esok hari ke Pulau Samosir. Tak lupa penulis
mengabadikan saat-saat menyeberangi bersama ini dengan lensa kamera yang telah
disiapkan sebelumnya.
Pagi
menjelang siang rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke Pulau Samosir.
Matahari tidak begitu terik, namun cuaca cukup bersahabat hari ini.
Betapa
indahnya pemandangan Danau Toba dari tempat penginapan ini. Danau terlihat
bgitu biru. Airnya yang begitu tenang memantulkan
pemandangan
awan dan langit. Terlihat jelas Pulau Samosir. Tak mau menyia-nyiakan
kesempatan penulis langsung membidik gambar-gambar terbaik ke dalam kameranya.
Danau Toba
adalah danau vulkanik dan merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Danau Toba
dikelilingi oleh 7 kabupaten, yaitu : Toba Samosir, Samosir, Dairi, Karo,
Humbang Hasundutan, Simalungun, dan Tapanuli Utara. Namun, pada umumnya tempat
yang biasa dijadikan tempat tujuan wisata adalah Prapat yang ada di kabupaten
Simalungun.
Danau Toba
terbentuk oleh letusan gunung berapi yang membentuk kaldera, kemudian kaldera
tersebut menampung air yang membentuk danau. Pulau di tegah-tengah danau
terbentuk dari tekanan magma ke atas,
namun tidak
keluar magmanya, sehingga terbentuklah Pulau Samosir.
Sekitar pukul
11.00 WIB rombongan melanjutkan perjalanan. Kurang dari empat jam kemudian
penulis dan rombongan akhirnya tiba di Pulau Samosir dengan menyeberangi Danau
Toba dengan menggunakan kapal feri dari Tuktuk
Siadong. Sungguh sejuk udara di sana.
Tempat pertama
yang dikunjungi adalah Tongging. Beberapa rombongan ingin mencoba paralayang
dari Tongging, namun sayangnya hal itu tak bisa di lakukan karena kecepatan
angin yang tak mendukung.
Rombongan
pun beralih ke tempat wisata lain yang tak kalah menarik, yaitu air terjun
Pangaribuan yang terletak di kecamatan Palipi dan merupakan air terjun terbesar
di Pulau Samosir.
Rombongan
bersantai ria sambil menikmati air terjun. Tak lupa pula penulis mengabadikan
momen-momen
berharga itu dengan kameranya.
Sayangnya
hal itu tak lama karena hari menjelang malam. Rombongan kembali ke penginapan
yang ada di sekitar situ, yang sebelumnya juga sudah disewa. Penulis dan
rombongan beristirahat.
Keesokan
harinya sekitar pukul 09.30 WIB, rombongan kembali menyusuri Pulau Samosir.
Rombongan mengunjungi kebun-kebun kopi, ladang sayuran, sawah-sawah, dan tempat
pemakaman unik khas adat batak.
Penulis dan
rombongan juga mengunjungi beberapa tempat menarik yang ada di Pulau Samosir.
Kami mngunjungi tempat wisata mata air Datu Parngongo di kecamatan Sitio-tio,
Air Panas Simbolon Samosir, ke Gua Sidamda Samosir, dan k Pantai Pasir Putih
Parbaba.
Sangat
beruntung karena penulis dan rombongan bisa melihat pertunjukan tarian adat
batak di hai terakhir ini. Ada banyak wisatawan
mancanegara yang terlihat di situ. Mereka terlihat sangat menikmati pertunjukan
itu.
Para penari
itu menarik beberapa para wisatawan untuk ikut menari bersama, termasuk salah
satunya adalah penulis. Tak mudah untuk mengikuti gerakan mereka.
Puas dengan
hari ini, penulis dan rombongan kembali ke penginapan, setelah sebelumnya
membeli beberapa buah tangan. Sangat menyenangkan hari ini. Dari sini terlihat
degan jelas indahnya matahari terbenam.
Pengalaman ini tak akan pernah terlupakan oleh penulis. Emua momen-momen
berharga telah terekam dalam lensa-lensa
kamera.
Jika kalian
sedang berada di Sumatera Utara dan dekat Danau Toba, kalian bias mampir k
Pulau Samosir yang menyimpan sejuta panorama indah. Kalian tidak akan menyesal
berkunjung ke Pulau Samosir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar