Selasa, 07 Oktober 2014

INDAHNYA DANAU TOBA DAN PULAU SAMOSIR



Danau Toba dan Pulau Samosir merupakan satuan keindahan yang tak dapat dipisahkan. Banyak wisatawan mancanegara maupun lokal yang datang mengunjungi tempat ini. Penulis pun tertarik dengan lokasi wisata ini. Penulis dan keluarga berangkat ketika liburan akhir tahun. Dengan naik pesawat dari Jakarta, kurang dari tiga jam kemudian rombongan pun tiba di Bandara Internasional Kuala Namu, Medan, Sumatera Utara. Dilanjut lagi dengan bus menuju Danau Toba.

Cuaca begitu dingin di hari penulis tiba di Medan. Matahari tampak bersembunyi di balik awan hitam. Sepertinya hari akan mau hujan. Namun, itu tak menyurutkan semangat penulis untuk tetap melanjutkan perjalanannya ke Danau Toba. Dengan hati yang tak sabar, penulis menanti rombongan keluarga yang lain untuk menjemput di bandara.

Tak lama kemudian rombongan keluarga yang lain pun datang dengan bis seperempat. Tak mau membuang waktu, seluruh rombongan yang berjumlah 20 orang itu segera berangkat ke Danau Toba. Dibutuhkan waktu yang lama untuk tiba di sana. Namun, hal itu terbayar dengan indahnya pemandangan yang di lalui.
Menjelang malam, penulis dan rombongan tiba di Danau Toba. Udara begitu dingin. Terlihat rasa lelah di setiap wajah-wajah keluarga penulis. Penulis dan yang lain memutuskan untuk istirahat di penginapan yang berada di Tuktuk yang telah di sewa dan melanjutkan perjalanan esok hari ke Pulau Samosir. Tak lupa penulis mengabadikan saat-saat menyeberangi bersama ini dengan lensa kamera yang telah disiapkan sebelumnya.
Pagi menjelang siang rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke Pulau Samosir. Matahari tidak begitu terik, namun cuaca cukup bersahabat hari ini.


Betapa indahnya pemandangan Danau Toba dari tempat penginapan ini. Danau terlihat bgitu biru. Airnya yang begitu tenang memantulkan
pemandangan awan dan langit. Terlihat jelas Pulau Samosir. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan penulis langsung membidik gambar-gambar terbaik ke dalam kameranya.
Danau Toba adalah danau vulkanik dan merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Danau Toba dikelilingi oleh 7 kabupaten, yaitu : Toba Samosir, Samosir, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan, Simalungun, dan Tapanuli Utara. Namun, pada umumnya tempat yang biasa dijadikan tempat tujuan wisata adalah Prapat yang ada di kabupaten Simalungun.
 
Danau Toba terbentuk oleh letusan gunung berapi yang membentuk kaldera, kemudian kaldera tersebut menampung air yang membentuk danau. Pulau di tegah-tengah danau terbentuk dari tekanan magma ke atas,
namun tidak keluar magmanya, sehingga terbentuklah Pulau Samosir.
Sekitar pukul 11.00 WIB rombongan melanjutkan perjalanan. Kurang dari empat jam kemudian penulis dan rombongan akhirnya tiba di Pulau Samosir dengan menyeberangi Danau Toba dengan menggunakan kapal feri  dari Tuktuk Siadong. Sungguh sejuk udara di sana.


Tempat pertama yang dikunjungi adalah Tongging.  Beberapa rombongan ingin mencoba paralayang dari Tongging, namun sayangnya hal itu tak bisa di lakukan karena kecepatan angin yang tak mendukung.
Rombongan pun beralih ke tempat wisata lain yang tak kalah menarik, yaitu air terjun Pangaribuan yang terletak di kecamatan Palipi dan merupakan air terjun terbesar di Pulau Samosir.
Rombongan bersantai ria sambil menikmati air terjun. Tak lupa pula penulis mengabadikan
momen-momen berharga itu dengan kameranya.
Sayangnya hal itu tak lama karena hari menjelang malam. Rombongan kembali ke penginapan yang ada di sekitar situ, yang sebelumnya juga sudah disewa. Penulis dan rombongan beristirahat.


Keesokan harinya sekitar pukul 09.30 WIB, rombongan kembali menyusuri Pulau Samosir. Rombongan mengunjungi kebun-kebun kopi, ladang sayuran, sawah-sawah, dan tempat pemakaman unik khas adat batak.
Penulis dan rombongan juga mengunjungi beberapa tempat menarik yang ada di Pulau Samosir. Kami mngunjungi tempat wisata mata air Datu Parngongo di kecamatan Sitio-tio, Air Panas Simbolon Samosir, ke Gua Sidamda Samosir, dan k Pantai Pasir Putih Parbaba.
Sangat beruntung karena penulis dan rombongan bisa melihat pertunjukan tarian adat batak di hai terakhir ini. Ada banyak wisatawan mancanegara yang terlihat di situ. Mereka terlihat sangat menikmati pertunjukan itu.  

Para penari itu menarik beberapa para wisatawan untuk ikut menari bersama, termasuk salah satunya adalah penulis. Tak mudah untuk mengikuti gerakan mereka. 

Puas dengan hari ini, penulis dan rombongan kembali ke penginapan, setelah sebelumnya membeli beberapa buah tangan. Sangat menyenangkan hari ini. Dari sini terlihat degan jelas indahnya matahari terbenam.  Pengalaman ini tak akan pernah terlupakan oleh penulis. Emua momen-momen berharga  telah terekam dalam lensa-lensa kamera.
Jika kalian sedang berada di Sumatera Utara dan dekat Danau Toba, kalian bias mampir k Pulau Samosir yang menyimpan sejuta panorama indah. Kalian tidak akan menyesal berkunjung ke Pulau Samosir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar