Rabu, 07 Januari 2015

Banjir yang Melanda Jakarta

Siti Maysaroh 3SA01 17612070


Jakarta tak asing lagi dengan yang namanya banjir. Hampir setiap tahun warga kota Jakarta merasakan kebanjiran. Apakah itu banjir karena hujan ataupun banjir kiriman. Seperti pada akhir tahun 2013 sampai awal tahun 2014 lalu, di mana warga Jakarta mengalami banjir yang tak bisa dibilang kecil. Banjir saat itu berlangsung cukup lama dan ketinggiannya ada yang mencapai satu atap rumah seperti di daerah Kampung Pulo yang rawan banjir.


Pada tahun 2013 lalu, hujan dmulai pada pertengahan tahun. Kadar hujan pun tak bisa dibilang sedikit. Ditambah banyaknya sampah yang memenuhi kali-kali dan saluran  air di sekitar rumah. Juga banyaknya bangunan di Jakarta membuat lahan peyerapan air smakin berkurang. Hal ini membuat air hujan yang berlebih sulit untuk dialirkan ataun diserap. Jika sudah begitu Jakarta pun tak dapat mengelak dari banjir. Ditambah lagi kota Bogor sering hujan dan airnya dialirkan ke Jakarta, banjir pun semakin tinggi.

Hal ini membuat kita bertanya-tanya, salah siapa jika kita kebanjiran? Apakah pemerintah kurang sigap dalam menanggulangi banjir? Ataukah kita yang masih saja melakukan kebiasaan buruk seperti membuang sampah sembarang tempat?

Kita tentu tahu bahwa pemerintah sudah berupaya dalam menanggulangi banjir. Kali-kali sudah dikeruk, sampahnya pun sudah disaring. Bangunan di sekitar pinggiran Kali sudah dibongkar, lahan penyerapan air sudah bertambah. Namun, kenapa kita masih kebanjiran? Upaya pemerintah itu tidak serta merta langsung menghilangkan banjir dari kota Jakarta. Perlu adanya kerjasama dari masyarakat Jakarta juga. Tanpa adanya kerjasama ini, banjir akan selalu menghantui Jakarta.

Kita sebagai warga Jakarta sudah seharusnya mulai perduli dan ikut memelihara kebersihan dan kenyamanan tempat tinggal kita sendiri. Dimulai dari hal-hal sederhana seperti mulai membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan Pemerintah sudah menyediakan tempat-tempat sampah yang unik dan lucu di pinggir-pinggir jalan tertentu. Mulai mencoba mendaur ulang sampah-sampah yang bisa didaur ulang. Dengan mendaur ulang sampah, selain mengurangi kuota sampah juga dapat menghasilkan uang. Sampah daun kering pun dapat didaur ulang menjadi pupuk. Juga berusaha untuk tidak membuang sampah di Kali. Menanam dan merawat pohon meskipun di lahan yang sempit.

Dengan begini banjir di Jakarta dapat ditanggulangi. Meskipun tidak bebas sepenuhnya dari banjir, tetapi setidaknya kita sudah bisa mengurangi intensitas banjir. Kita pun akan nyaman tinggal di Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar