TITLE : ARE
U MINE?
CHAPTER : 2/??
PAIRING :
REITA X MIKO, TORA X HARUNA, DLL.
FANDOM : ALICE
NINE, THE GAZETTE, EXIST TRACE, SCANDAL, etc.
GENRE : ROMANCE(???)
RATING :
PG-13
DISCLAIMER : just fiction story. I want to scream that they are mine.
but I could be
beaten at their
fans. so I
can only say
they are they.
not mine.
“Ngg…
sumimasen,” sapa Reita ragu-ragu.
Sosok
itu pun menoleh, menengadahkan kepalanya pada Reita.
“Ya,”
jawab orang itu polos.
JLEB!!!
Saat
itulah entah mengapa seperti ada anak panah yang menancap di hati Reita. Ya
benar. Reita terpikat oleh aura kepolosan yang ada di diri makhluk itu. Untuk
kesekian detik Reita tak menedipkan matanya. Masih terlalu terpukau dengan
pesona makhluk itu.
Hati-hati jangan sampai
terpesona.
Suara
Tora seperti mengiang2 kembali di pikiran Reita.
Apa ini yang dimaksud oleh Tora
tadi?
Sial !!!
Dia cantik sekali
Ah!! Matanya indah sekali…
Wajahnya imut…
Batin
Reita terus berkonflik.
Akhirnya
si nosben sadar dari pikirannya yang kacau.
“Emmh…
apakah kau sepupunya Amano Shinji atau yang biasa dipanggil Tora?”
“Iya.”
“Ah,
aku ke sini diminta oleh Tora untuk menjemputmu.”
“Kau
Reita?” tanya orang itu tiba2 sambil tersenyum. Jenis senyuman yanga dapat
membuat jantung berhenti seketika. (author lebay ah!)
“Eh?
Tau dari mana?” tanya Reita yang tak menyangka bahwa orang itu sudah mengetahui
namanya terlebih dahulu.
“Dari
Tora. Tadi dia menelponku. Katanya hari ini dia sedang sibuk, jadi dia tidak
bisa menjemputku” jelasnya.
“Oh
gitu,” Reita mengangguk.
“Miko,”
orang itu tiba2 mengulurkan tangannya.”Panggil saja Ruki.”
Sekali
lagi Reita tak menyangka pada Miko yang lebih dulu mengenalkan diri. “Suzuki
Akira.” Reita menyambut uluran tangan Miko.
Apa ini? Ada apa denganku?
Batin
Reita kembali berkonflik.
“Reita
… Reita-san …” panggil Miko sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah
Reita yang sedang melamun, bengong, atau apalah itu.
“Ah
iya,” akhirnya Reita telah kembali ke bumi tercinta setelah beberapa saat
jiwanya di bawa terbang oleh alien ke pluto.
(
Alien2 : kenapa kami di bawa-bawa?
Author
: biar kalian juga bisa eksis. Kasian gue ama kalian. Hidup di dalam piring
terbang mulu. Sekali kali hidup dalam baskom terbang noh yang lebih legaan )
*di keroyok para alien*
( Reita
: eh author geblek! Napa jadi ke alien? Balik lagi ke inti cerita noh!
Author
: 0.o oh iya! *tepok hidung Reita* mana naskahnya?
Reita :
*death glare*
Author
: mangap om saya sengaja.
Reita :
*death glare stadium empat*
Author
: *pundung di pojokkan kamar Ruki* )
“Kalo
gitu ayo kita pulang sekarang,” ajak Reita.
“Kalo
kau tak keberatan, bisakah kita jalan2 sebentar?” pinta Miko.
“Eh
tapi …”
“Ayolah
kumohon …” bujuk Miko dengan puppy eyesnya.
“…”
“Aku
baru pindah kesini dan aku ingin tahu tentang kota ini.”
“Tora
belum sempat mengajakku jalan2. Dia terlalu sibuk seperti orang kantoran.”
“Ta-tapi
Tora memintaku untuk langsung mengantarmu pulang. Kalau aku mengajakmu
jalan-jalan , yang ada nanti kita malah dimarahin sama dia.”
“Tidak
akan. Karena ini adalah permintaanku. Ayolah …” Miko terus mebujuk Reita agar
membawanya jalan-jalan. Reita pun menyerah.
“Baiklah.
Ayo,” jawab Reita pasrah.
“Yeay
!!!” seru Miko gembira layaknya orang melarat yang baru saja mendapatkan undian
1 M.
Sebagai
tujuan utama Reita mengemudikan mobilnya ke Tokyo Tower. Selama di mobil dalam
perjalanan, Miko tak henti-hentinya menampilkan senyumnya karena kagum dengan
pemandangan yang dilihatnya. Membuat Reita ikut tersenyum.
Setibanya
di Tokyo Tower…
“Ayo
kita ke atas,” ajak Reita.
Mereka
pun naik ke puncak Tokyo Tower dengan menggunakan lift. Sekali lagi Ruki kagum
dengan apa yang dilihatnya.
“Indah
sekali,” gumam Miko yang tak melepaskan pandangannya dari panorama di
sekitarnya.
“Kau
suka?” tanya Reita yang tanapa disadarinya juga terus memandang Miko.
“Iya.
Aku suka. Aku bisa melihat keseluruhan kota ini dari sini.” Sekali lagi juga
Ruki menampakkan senyum terindahnya hingga membuat sang author pingsan seketika
di tempat.
Kita
tinggalkan mereka berdua dan bek to ke Tora.
Setelah
selesai rapat, Tora kembali ke sekolahnya untuk mengambil sesuatu yang
tertinggal. Hari ini Rame sensei memberikan tugas matematika kepada kelas 2-4
–kelasnya Tora dan Reita- untuk dikerjakan di rumah. Dan Tora menaruhnya di
dalam lokernya. Karena besok harus dikumpulkan dengan terpaksa Tora kembali ke
sekolah untuk mengambil buku tugas itu.
Sekolah
terlihat sepi. Tak ada siswa lain kecuali dia. Tentu saja. Inikan sudah lebih
dari satu jam dari waktu pulang sekolah. Siapa yang mau lama-lama berada di
sekolah?
Saat
Tora mau menutup lokernya, seseorang mengagetkannya dengan berdiri di belakang
pintu lokernya.
“Haruna?
Sedang apa kau di sini?” tanya Tora dengan ekspresi kaget.
“Sedang
menunggumu. Aku ingin pulang bareng denganmu. Bolehkan?” jawab Haruna dengan
senyum cerianya.
“Inikan
sudah lebih dari satu jam pulang sekolah. Kenapa kau masih di sini? Kenapa kau
tak pulang duluan saja?”
“Aku
ingin pulang bareng denganmu. Akhir-akhir ini kita jarang pulang bareng. Aku
merindukannya.”
“Tapi bagaimana
kau tau aku akan kembali lagi ke sekolah? Kalau aku tak ke sini bagaimana? Apa
kau akan tetap menungguku? Hah?”
“Aku
tau kebiasaanmu Tora-kun. Kau selalu menaruh buku tugasmu didalam loker. Abis
itu kau akan kembali lagi ke sini untuk mengambilnya.”
“Benarkah?”
tanya Tora tak percaya karena pacarnya hafal tentang kebiasaannya itu.
“Tentu
saja aku tau,” jawab Haruna.
“Aku
bahkan tak menyadarinya. Kau benar-benar tau kebiasaanku ya?” kata Tora sambil
mencolek dagu Saga.
“A-aku
inikan pa-pacarmu,” jawab Haruna malu-malu.
“Ciieee
… dia malu,” goda Tora yang emang seneng melihat pacarnya ini malu-malu.*author
juga seneng liat Haruna
malu2*
“Ah,
Tora jahat.” Haruna memukul lengan Tora pelan.*jiahk! Ni
orang napa jadi
gini dah? Bodo amat ah.yang penting fic jalan*
“Hahahahahaha
. . . Ya sudah. Ayo kita pulang,” Tora menggandeng tangan Haruna.
Terdengar
sesekali pembicaraan dari mereka.
“Tadi
bagaimana rapatnya?”
“Yah
lumayan ribet.”
***************####**************
“Heh
Reita, terima kasih ya kau sudah menjemput sepupuku,” kata Tora sambil menaruh
bukunya di loker dan mengambil beberapa buku yang akan dipelajari hari ini.
“It’s
oke,” jawab Reita yang juga melakukan hal yang sama.
“Bagaimana?”
tanya Tora tiba-tiba.
“Eh?”
“Bagaimana
menurutmu?”
“Apanya
yang bagaimana?” Reita tak mengerti dengan pertanyaan Tora barusan.
“Miko.
Bagaimana dia menurutmu?”
“Eee .
. . menurutku dia orang yang baik.”
“Benarkah?”
Tora memandang Reita seperti orang yang sedang menyelidiki sesuatu.
“Apa
maksud pertanyaanmu?” tanya Reita yang merasa risih diperhatikan seperti itu.
“Kau
tak tertarik padanya?”
“APA?!”
kontan Reita membelalakkan matanya dan menjatuhkan bukunya saking kagetnya
mendengar pertanyaan Tora yang seperti panah nancep pas di kepalanya.
Tora
yang melihatnya tingkah temannya itu hanya bisa terkikik geli.
“Calm
down Man.” Tora kemudian pergi ke kelas meninggalkan Reita yang tengah bengong.
“Sompret lo !” kata Reita sambil mengambil kembali
bukunya yang terjatuh.
To be
continue . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar