nama : Siti Maysaroh
kelas : 2SA01
npm : 17612070
3. Individu, Keluarga
dan Masyarakat
3.1 Pengertian
individu
Dalam ilmu sosial individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Umpama keluarga sebagai kelompok sosial yang terkecil terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ayah merupakan individu yang sudah tidak dapat dibagi lagi, demikian pula Ibu. Anak masih dapat dibagi sebab dalam suatu keluarga jumlah anak dapat lebih dari satu
"Individu"
berasal dari kata latin. "Individuum" artinya "yang tak
terbagi".Jadi, merupakan suatu sebutan yang dipakai untuk menyatakan suatu
kesatuan yang paling kecil dan terbatas.Individu adalah seorang manusia yang
tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga
mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.
Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.
A. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama
B. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan
C. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
D. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat.
Sumber :
keripiku.blogspot.com/2010/..
3.1.1 Pengertian
pertumbuhan
Menurut
para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat,bahwa pertumbuhan pada
dasarnya adalah proses asosiasi..Dapat disimpulkan pengertian tentang proses
asosiasi adalah terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap
karena adanya pengaruh.
Lain halnya dengan pendapat dari aliran
psikologi Gestalt tentang pertumbuhan..Menurut para ahli dan aliran ini bahwa
pertumbuhan adalah proses diferensiasi.Menurut proses ini keseluruhan yang
lebih dulu ada,baru kemudian menyusul bagian-bagiannya.Jadi dapat disimpulkan
bahwa pertumbuhan itu adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada
manusia dalam mengenal sesuatu secara keseluruhan baru
baian-bagiannya
3.1.2 FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
A. Faktor
genetik
·
Faktor
keturunan — masa konsepsi
·
Bersifat
tetap atau tidak berubah sepanjang kehidupan
·
Menentukan
beberapa karakteristik seperti jenis kelamin, ras, rambut, warna mata,
pertumbuhan fisik, sikap tubuh dan beberapa keunikan psikologis seperti
temperamen
·
Potensi
genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara
positif sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal.
B. Faktor
eksternal / lingkungan
- Mempengaruhi individu setiap hari mulai konsepsi sampai akhir hayatnya, dan sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan
- Faktor eksternal yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik akan menghambatnya .
Sumber :
d2n5r0.wordpress.co
a)
Pendirian nativistik
Menurut para ahli dari golongan ini menunjukkan berbaagai kesempatan
ataukemiripan antaraorang tua dengan anaknya.Misalnya dengan adanya suatu
keahlian yanga dimiliki oleh salah atu orang tua maka kemungkinan besar sang
anak pun akan memiliki keahlian yang sama.
b)
Pendirian Empiristik dan Environmentalistik.
Pendirian ini berlawanan dengan pendirian nativistik.Para ahli
berpendapat,bahwa pertumbuhan individu semata-mataa tergantung pada lingkungan
sedang dasr tidak berperan sama sekali.Pendirian semacam inidisebut pendirian
yang environmentalistik.
c)
Pendirian konvergensi dan Interaksionisme
Kebanyakan
para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya.Nampak
lain dengan konsepsi konvergensi yang berpandangan oleh dasar(bakat) dan
lingkungan.
3.2 Pengertian Fungsi Keluarga
Fungsi
keluarga adalah suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus
dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.
Keluarga adalah
unit / satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok
kecil dalam masyarakat.Kelompok ini, dalam hubungannya dengan perkembangan
individu sering dikenal dengan sebutan primary group.Kelompok inilah yang
melahirkan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya dalam
masyarakat.
3.2.1 Menyebutkan Macam-Macam Fungsi
Keluarga
Fungsi
keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus
dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu. Fungsi dalam keluarga dapat
digolongkan ke dalam beberapa jenis:
a. Fungsi Biologis
Dengan
fungsi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan
perkawinan bagi anak-anaknya, karena setiap manusia pada hakikatnya terdapat
semacam tuntutan biologis bagi kelangsungan kehidupan keturunannya melalui
perkawinan.
b. Fungsi Pemeliharaan
Keluarga
diwajibkan untuk berusaha agar tiap anggotanya dapat terlindung dari
gangguan-gangguan udara, penyakit, dan bahaya. Bila fungsi ini telah dijalankan
dengan sebaik-baiknya, maka tentu akan membantu terpeliharanya keamanan dalam
masyarakat.
c.
Fungsi Ekonomi
Dalam
usahanya menyelenggarakan kebutuhan pokok berupa sandang, pangan, dan papan,
maka orang tua diwajibkan untuk bekerja keras agar tiap anggota keluarga dapat
tercukupi kebutuhan pokoknya itu.
d. Fungsi Keagamaan
Dengan
berpedoman pada Pancasila (menghayati, mendalami, dan mengamalkan), keluarga
diwajibkan untuk menjalani serta mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran
agama dalam pelakunya sebagai manusia yang takwa kepad Tuhan YME.
6.
Sosialiasi dan Pendidikan
Mendidik seluruh anggota keluarga, saling menasehati dalam kebaikan.
8. Pembinaan Lingkungan
Selain diharapkan untuk dapat hidup selaras dengan kondisi lingkungan, sosial dan budaya sekitarnya, keluarga juga diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap pembinaan lingkungan sekitarnya.
sumber : http://dimazmarham.blogspot.com/2009/12/macam-macam-fungsi-keluarga.html
Mendidik seluruh anggota keluarga, saling menasehati dalam kebaikan.
8. Pembinaan Lingkungan
Selain diharapkan untuk dapat hidup selaras dengan kondisi lingkungan, sosial dan budaya sekitarnya, keluarga juga diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap pembinaan lingkungan sekitarnya.
sumber : http://dimazmarham.blogspot.com/2009/12/macam-macam-fungsi-keluarga.html
3.3.
Individu, keluarga dan masyarakat
3.3.1 Pengertian Keluarga
Keluarga
adalah unit / satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu
kelompok kecil dalam masyarakat.Keluarga biasanya terdiri dari suami, isteri
dan anak-anak.Anak-anak inilah yang nantinya berkembang dan mulai bisa melihat
dan mengenal arti diri sendiri dan kemudian belajar melalui pengenalan itu.
Menurut
Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan
wanita.Menurut Adler keluarga itu dibangun berdasarkan pada hasrat atau nafsu
berkuasa.Menurut Durkheim keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil-hasil
faktor politik, ekonomi dan lingkungan.
Menurut Ki
Hajar Dewantara keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat
oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang
hakiki.
Keluarga itu
terbagi menjadi dua, yaitu:
Keluarga
Kecil atau “Nuclear Family”
Keluarga
inti adalah unit keluarga yang terdiri dari suami, isteri, dan anak-anak
mereka; yang kadang-kadang disebut juga sebagai “conjugal”-family.
Keluarga
Besar “Extended Family”
Keluarga
besar didasarkan pada hubungan darah dari sejumlah besar orang, yang meliputi
orang tua, anak, kakek-nenek, paman, bibi, kemenekan, dan seterusnya. Unit
keluarga ini sering disebut sebagai ‘conguine family’ (berdasarkan pertalian
darah).
sumber:http://eko13.wordpress.com/2008/03/18/bimbingan-konseling-keluarga/
3.3.2 Pengertian
Masyarakat
Masyarakat
adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan hidup, norma-norma,
adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.Tatanan kehidupan,
norma-norma, dan adat istiadat itulah yang menjadi dasar kehidupan sosial dalam
lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang
memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas.Suatu kelompok masyarakat dapat berupa
suatu suku bangsa, atau juga berlatar belakang dari berbagai suku.Dalam
pertumbuhan dan perkembangan suatu masyarakat, dapat digolongkan menjadi dua,
yaitu masyarakat sederhana dan masyarakat maju (modern).
Drs. JBAF
Mayor Polak menyebut masyarakat (society) adalah wadah segenap antar hubungan
sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva-kolektiva serta kelompok dan
tiap-tiap kelompok terdiri atas kelompok-kelompok lebih baik atau subkelompok.
Menurut Prof. M. M. Dojojodiguno tentang masyrakat adalah suatu kebulatan daripada segala perkembangan dalam hidup bersama antara manusia dengan manusia.
Menurut Prof. M. M. Dojojodiguno tentang masyrakat adalah suatu kebulatan daripada segala perkembangan dalam hidup bersama antara manusia dengan manusia.
3.3.3 Menyebutkan Golongan-Golongan
Masyarakat
1.
Masyarakat Paguyuban
Paguyuban
adalah sistem hubungan masyarakat yang bukan berdasarkan motif ekonomi.Rukun
tetangga, rukun warga, perkumpulan ibu-ibu senam aerobik tingkat RW, klub
badminton bapak-bapak, kegiatan karang taruna.Atau mengambil contoh ekstrim:
perkumpulan pemuda penggemar vodka dan bir di malam hari, adalah contoh dari
paguyuban.
2.
Masyarakat Patembayan
Patembayan yakni bentuk tertentu kelompok social berdasarkan rasional.
Definisi lainnya adalah masyarakat yang hubungan antara anggota yang satu
dengan lainnya bersifat lugas dan mempunyai tujuan yang sama untuk mendapat
keuntungan material.
3.3.4 Membedakan Antara Keluarga
Masyarakat Industri dengan Masyarakat Non Industri
1.
Masyarakat Non Industri
Kita telah
tahu secara garis besar bahwa , kelompok nasional atau organisasi
kemasyarakatan non
industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary
group) dan kelompok
sekunder (secondary group).
(a) Kelompok primer. Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab.Di karenakan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab.
dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawabpara anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela.
Contoh-contoh kelompok primer, antara lain :keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain sebagainya.
(a) Kelompok primer. Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab.Di karenakan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab.
dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawabpara anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela.
Contoh-contoh kelompok primer, antara lain :keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain sebagainya.
(b)
Kelompok sekunder.
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak Iangsung, formal,
juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karen yaitu, sifat interaksi, pembagian
kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok di atur atas dasar
pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.
Para anggota
menerima pembagian kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan; keahlian
tertentu, di samping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk
mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program
yang telah sama-sama disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya :
partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan
sebagainya. Berlatar belakang dari pengertian resmi dan tak resmi, maka tumbuh
dan berkembang kelompok formal (formal group) atau lebih akrab dengan sebutan
kelompok resmi, dan kelompok tidak resmi (informal group). Inti perbedaan yang
terjadi adalah : Kelompok tidak resmi (informal group) tidak berstatus resmi
dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah tangga (ART)
seperti yang lazim berlaku pada kelompok resmi.
Namun demikian, kelompok tidak resmi juga mempunyai pembagian kerja, peranan-peranan serta hirarki tertentu, norma-norma tertentu sebagai pedoman tingkah laku para anggota beserta konvensi-konvensinya. Tetapi hal ini tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok resmi (W.A. Gerungan, 1980 : 91).
Contoh : Semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan, atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang memiliki anggota kelompok tidak resmi.
2.
Masyarakat Industri
Durkheim
mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan
masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi is lebih cenderung
mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang kompleks.
Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm tadi diabaikannya
(Soerjono Soekanto, 1982 : 190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi.Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah men2enal pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri daribagian/ kelompok-kelompok masyarakat industri.Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu,tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama.Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu.Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme
Tidak ada komentar:
Posting Komentar