kelas : 2SA01
npm : 17612070
3. Individu, Keluarga dan Masyarakat
3.4 HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU KELUARGA
DAN MASYARAKAT
1.
Makna Individu
Manusia adalah makhluk individu.Makhluk individu berarti
makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa
dan raganya. Pendapat lain bahwa manusia sebagai makhluk individu, tidak hanya
dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga, melainkan juga dalam arti bahwa
tiap-tiap orang itu merupakan pribadi(individu) yang khas menurut corak
kepribadiannya, termasuk kecakapan-kecakapan serta kelemahan-kelemahannya
2
.
Makna Keluarga
Keluarga merupakan
kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat. Keluarga adalah
kumpulan dari beberapa individu yang memiliki satu ikatan pasti yang tak bisa
dipisahkan. Keluarga sangat berarti dalam kehidupan, karena peran keluarga sangat
penting dan sangat berpengaruh.
3.
Makna Masyarakat
merupakan istilah yang digunakan untuk
menerangkan komunitas manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga
dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara berbagai
individu.
Sebagai makhluk sosial seorang individu tidak dapat berdiri
sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling
mengadakan hubungan sosial di tengah–tengah masyarakat. Sebagai bagian yang tak
terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan
masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi
seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat
yang ada, sehingga seorang individu menjadi seorang yang dewasa dalam
arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan – hubungan sosial di dalam
masyarakat yang cukup majemuk.
.
4. Hubungan
Antara Individu dan Keluaraga Masyarakat
Hubungan individu-masyarakat yaitu bahwa hidup bermasyarakat
adalah ciptaan dan usaha manusia sendiri. Manusia berkeluarga, ia berkelompok.
Selalu membuat sesuatu dan berbuat. Keluarga, kelompok, masyarakat dan negara
tidak merupakan kesatuan-kesatuan yang berdiri di luar. Mereka ada usaha
manusia, yang terus dipertahankan, dipelihara, ditunjang, atau apabila
perlu-diubahkan atau diganti oleh manusia. Mereka adalah bagian hidupnya.
Mereka adalah bentuk perilaku yang tergantung dari dia. Hidup bermasyarakat
yang diusahakan dan diciptakan sendiri, bertujuan untuk memungkinkan
perkembangannya sebagai manusia. Sebab tanpa masyarakat tidak ada hidup
individual yang manusiawi. Jadi manusia sekaligus membentuk dan dibentuk oleh
hasil karyanya sendiri, yaitu masyarakat. Manusia tidak bebas dalam arti bahwa
ia bebas memilih antara hidup sendiri atau hidup berbagai dengan orang lain. Ia
harus hidup berbagai agar tidak hancur. Tetapi cara dan bentuk hidup berbagai
itu ditentukannya dengan bebas. Tidak ada satu pola kebudayaan yang mutlak dan
universal. Jadi ada relasi timbal balik antara individu. Di satu pihak individu
ikut membentuk dan menegakkan masyarakat, dan ia bertanggungjawab. Di lain
pihak masyarakat menghidupi individu dan oleh karenanya bersifat mengikat bagi
dia.
3.5 URBANISASI
1.
Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi
adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula
dikatakan urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. Secara
umum, sebab-sebab suatu daerah memiliki daya tarik sedemikian rupa sehingga
orang pendatang semakin banyak, adalah sebagai berikut:
1. Daerah yang termasuk
menjadi pusat pemerintahan
2. Tempat tersebut letaknya
sangat strategis untuk usaha-usaha perniagaan
3.
Timbulnya industri di daerah itu, baik industri barang ataupun jasa
2. Proses
Terjadinya Urbanisasi
Pertama, pemerintah berkeinginan untuk sesegera mungkin
meningkatkan proporsi penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Hal ini
berkaitan dengan kenyataan bahwa meningkatnya penduduk daerah perkotaan akan
berkaitan erat dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi negara. Data
memperlihatkan bahwa suatu negara atau daerah dengan tingkat perekonomian yang
lebih tinggi, juga memiliki tingkat urbanisasi yang lebih tinggi, dan
sebaliknya. Negara-negara industri pada umumnya memiliki tingkat urbanisasi di
atas 75 persen. Bandingkan dengan negara berkembang yang sekarang ini. Tingkat
urbanisasinya masih sekitar 35 persen sampai dengan 40 persen saja.
Kedua, terjadinya tingkat urbanisasi yang berlebihan, atau
tidak terkendali, dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada penduduk itu sendiri.
Ukuran terkendali atau tidaknya proses urbanisasi biasanya dikenal dengan
ukuran primacy rate, yang kurang lebih diartikan sebagai kekuatan daya tarik
kota terbesar pada suatu negara atau wilayah terhadap kota-kota di sekitarnya.
Makin besar tingkat primacy menunjukkan keadaan yang kurang baik dalam proses
urbanisasi. Sayangnya data mutahir mengenai primacy rate di Indonesia tidak
tersedia. Dikarenakan faktor
urbanisasi, antara lain factor – factor urbanisai di bagi menjadi 3 yakni :
A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
1. Kehidupan
kota yang lebih modern
2. Sarana
dan prasarana kota lebih lengkap
3. Banyak
lapangan pekerjaan di kota
4. Pendidikan
sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
B. Faktor Pendorong Terjadinya
Urbanisasi
1.
Lahan pertanian semakin sempit
2.
Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
3. Menganggur
karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
4. Terbatasnya
sarana dan prasarana di desa
5. Diusir
dari desa asal
6. Memiliki
impian kuat menjadi orang kaya
C.
Keuntungan Urbanisasi
1. Memoderenisasikan
warga desa
2. Menambah
pengetahuan warga desa
3. Menjalin
kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
4. Mengimbangi
masyarakat kota dengan masyarakat desa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar